MKU SEBAGAI PENYAMPAI VISI MISI UNIVERSITAS
Sumber Foto: Dok.Untag Hunas Surabaya
Unit MKU (Mata Kuliah Umum) UNTAG Surabaya menyelenggarakan Pelatihan Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Umum Berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), pelatihan ditujukan bagi dosen pengampu mata kuliah wajib umum UNTAG Surabaya. Acara yang bertempat di Ruang I.107 Gedung Pascasarjana UNTAG Surabaya dihadiri oleh Ketua YPTA (Drs. Ec. Mangapul Silalahi, MM), Bendahara YPTA (J. Subekti SH., MM.), dan Dr. Mulyanto Nugroho MM. CMA. CPAI., Rektor UNTAG Surabaya. Selain itu juga turut hadir Prof. Dr. Ngadiman, MPd dan Prof. Dr. V. Rudy Handoko, MS., sebagai narasumber yang merupakan anggota Kopertis Wilayah VII, Selasa (25/4). Pelatihan tersebut dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama teori, aplikasi dan dilanjutkan untuk praktek. Praktek diberikan sebagai pekerjaan rumah yang langsung diterapkan saat mengajar mata kuliah.
Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2012 mengenai KKNI menjadi latar belakang terlaksananya kegiatan Pelatihan Pembelajaran MKU. Peraturan tersebut berisikan aturan mengenai penjenjangan kualifikasi kompetensi yang mampu menyandingkan, menyetarakan dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan dunia kerja.
Kepala Unit MKU, Dr. Sukarno HS, M.Si., menjelaskan bahwa pada umumnya pelatihan pembelajaran bersumberkan kepada kurikulum berbasis KKNI adalah mata kuliah Keahlian dan Keterampilan Khusus di masing-masing prodi. Namun dalam pelaksanaan kali ini terkait dengan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian dan berkehidupan bermasyarakat, khususnya pada tingkat Universitas. “MKU yang ada meliputi Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, ISBD dan IKD,” paparnya.
Selain itu, YPTA juga sangat mendukung dengan adanya pelatihan tersebut. “Yayasan memberikan tanggapan yang sangat positif dengan adanya pelatihan tersebut. Mata kuliah yang diselenggarakan harus berbasis kepada visi misi Universitas sehingga visi misi Universitas tersampaiakn kepada mahasiswa,” ujar perwakilan YPTA. Selain itu, dengan adanya kurikulum berbasis KKNI, lulusan mampu bersaing di kancah Internasional. (Ua)
Comments
Post a Comment